Posted on

Agresivitas Korea di Pasar EV

Walau harus bersaing dengan pabrikan besar Eropa, Jepang dan Amerika, brand mobil Korea seperti Hyundai dan Kia diketahui gencar dalam memasarkan mobil listrik buatannya baik untuk pasar Asia maupun global. Agresivitas Korea di segmen electric vehicle (EV) atau mobil listrik ini terbukti dengan telah dipasarkannya dua mobil listrik murni miliknya, yakni Hyundai Ioniq dan Hyundai Kona di Indonesia.

Selain itu, Hyundai juga menunjukkan keseriusan pada segmen mobil listrik dengan membangun ekosistemnya di Indonesia. Salah satunya dengan menanamkan investasi senilai Rp 28 triliun untuk mendirikan pabrik perakitan mobil listrik di Indonesia.

Pembangunan pabrik yang berlokasi di Karawang, saat ini sudah mencapai progress 65 persen dan diperkirakan rampung pada akhir tahun 2021. Hyundai Motor pun menargetkan sudah bisa memproduksi mobil listriknya secara massal mulai tahun depan.

Diharapkan Hyundai Ioniq yang sekarang dijual dengan harga Rp 677 juta (Signature AT) dan harga Rp 637 juta (Prime AT), serta Hyundai Kona dengan harga Rp 697 juta (Signature AT), harganya jadi dapat dipangkas dan lebih murah setelah pabrik selesai dibangun. Mengingat Hyundai telah menyiapkan bahan baku sesuai TKDN di atas 40%.

Jika harga mobil listrik jadi lebih terjangkau, maka proses peralihan mobil konvensional ke mobil listrik di Indonesia dapat berjalan lancar. Cita-cita untuk menciptakan langit biru dan ramah lingkungan dapat segera terwujud.


Share on This Post

0 Comment(s)
Tidak ada komentar, jadilah yang pertama berkomentar
E-Catalog Google Play
E-Catalog App Store